Kepincut Dosen Si Janda Cantik


"pagi Bu dosen cantik,"

Wulan menghentikan langkahnya kakinya saat melihat sosok Bastian. Bastian ini salah satu mahasiswa Wulan di kelas sejarah.  Pria ini berdiri di depan pintu kelas, dan tersenyum dengan gaya tengilnya.

"Pagi Bastian" sahut Wulan pelan dan tegas, dia berjalan melewati Bastian.

Senyum jail di bibir Bastian semakin lebar dan dia melihat Wulan menuju meja dosen dikelasnya. Tidak ada yang bisa mengabaikan Bastian, banyak mahasiswi di kampus ini yang begitu mengagumi Bastian bahkan mahasiswi dari kampus lain pun rela menunggu Bastian di luar kampus hanya untuk melihat sosoknya.

"Bastian apa kamu ingin kuliah atau tetap berdiri di sana??! Tolong tutup pintunya dan duduk"! Perintah Wulan yang kini telah berdiri dan menghadap papan tulis dan memegang sebuah spidol hitam dan buku. Dan kepalanya menoleh ke arah Bastian dengan sorotan mata yang begitu datar.

"Aduuuhhh ibu cantik!!! Jangan marah dong Bu cantik, kalo ibu cantikmarah semakin membuat aku jatuh cinta dan semakin cantik saja," celetuh Bastian dengan tingkah konyolnya dan tak lupa kakinya mendorong pintu hingga tertutup.

Tawa para mahasiswa terdengar menyahuti celetuh Bastian bahkan ada yang bersiul. Sementara para mahasiswi merasa kecewa dengan ucapan Bastian. Karena tidak ada yang dipuji Bastian kecuali Wulan. Dosen janda cantik yang selalu di dekati Bastian dan wanita pertama yang selalu di puji olehnya.

Wulan hanya mampu menghembuskan nafas dan sabar karena tingkah laku Bastian yang selalu membuat dia kesal.

Bastian cari tentang sejarah yang ada di kota ini, bahwa masa lalu tidak bisa dilupakan," ucap Wulan 
Oke Bu cantik," sahut Bastian dengan terus menatap Wulan.

Sekarang tolong kamu duduk karena saya mau memulai kelas ini," perintah Wulan 

Dua jam mereka belajar dan sekarang mata pelajaran wulan sudah selesai.

Woy bastian, setelah ini kamu mau kemana," ucap Romi 

Mau pulang lah," sahut Bastian 

Wulan yang masih di sana hanya mendengarkan percakapan dua sahabat itu dan Wulan pun akhirnya pergi dari kelas Bastian karena setelah ini dia masih ada mata pelajaran di kelas lain.

"Masih ada jam pelajaran filsafat bro, mau pulang aja Lo," kata Romi

Woy bro bapak rehan gak masuk hari, istrinya melahirkan," kata ketua kelas

"Horeeeeee"teriak mereka semua

Hal yang paling di tunggu buat anak kuliah yaitu jamkos atau jam kosong, karena bisa pergi nongkrong dikantin atau di cafe depan kampus dan Bastin lebih memilih untuk pulang.

BASTTTTTIIIIIAAAAANNN!!!!!!!

"Astaghfirullahaladzim" sambil mengelus dada, ada apa sih mi teriak-teriak kaya di hutan aja, selow dong mi" ucap Bastian 

"Selow-selow ndes mu," sewot mami rina.

"Ada apa lagi mami ku tersayang, hingga mami yang paling cantik yang paling bahenol teriak-teriak gak jelas kaya gini, membuat seleuruh penghuni jagat alam ini terbangun mendengarkan suara mami yang begitu tidak merdu" sahut Bastian 

"Dasar anak durhaka kamu Tian, kamu apakan meong mami sampai bibirnya merah meronah kaya cabe cabean di lampu merah Tian. Ampun mami punya anak ke kamu Tian, selalu aja bikin mami naik daun,, eee naik darah maksudnya," ucap mami rina

Hehe biar tambah cantik ke mami" sambil nyengir kuda.

"Kamu ini bisa gak sih sehari aja gak bikin rusuh, dan gak ganggu meong mami lihat ini bentuk meong mami kaya Tante girang tau,"

Bastian yang hanya diam mendengarkan ocehan sang mami tidak sadar jika sang adik telah duduk di sampingnya....

"Abng," kata Adit 

"Astaghfirullahaladzim,"  Bastian pun terjatuh dari kursi karena melihat adiknya yang sudah ada disampingnya.

Ta*k kaya set*n aja Lo dek, datang  tak di jemput pulang gak diantar," sahut Bastian sambil berdiri dan mengelus pantat semok ya.

"Sial*n Lo bang bilang gue set*n, kalo gue set*n Lo juga set*n kan kita keluar dari rahim yang sama,"

"Eeee iya iya, kalo Lo set*n gue juga set*n, dan kita keluarga set*n,"

Mamiiiiiiii Abang bilang mami set*n," teriak
Adit

Kamu bilang mami set*n, sini kamu mami gundulin bur"Ng kamu," mengejar Bastian dengan gunting di tangan maminya.adit hanya tergelak tertawa melihat kelakuan mami dan abangnya.

Ampun miii

"Gundulin aja mi," teriak Adit

"Dasar adik lukn*t,"

BRUKKK !!!

"Aduh mami," 

Mami dan Adit tertawa melihat Bastian terjatuh dengan bibir yang mencium lantai. Mami Bastian langsung mengambil ponsel dan mengabdikan momen langkah ini.

"Hay guys liat tu anak aku terjatuh dan bibirnya mencium lantai keramik, aduuuuuhh kasihan lantai nya sudah gak perawan lagi gara-gara di cium sama anak bujang ku," sambil terus tertawa 

Mamiiii iii !!! Dengan muka cemberut nya 

Hahah,,, mungkin ini azab ya gengss karena Tian membuat meong mami jadi merah kaya badut," 

Mulut Bastian menganga atas sikap maminya yang kekinian, ini kah racun dunia Maya.

"Dengan cepat Bastian bangun, walaupun berjalan pincang dan maminya masih tetap mengoloknya dan satu tuy*l yang masih dengan asiknya mentertawakan aku," dasar adik lain*t

Saat Bastian sampai di dalam kamarnya Bastian langsung saja rebahan dan mengambil bendah pipi di dalam tasnya, dan langsung berselancar di akun oh nya yang begitu banyak followers nya, ketiak sedang asik melihat akun ignya tanpa sadar Bastian melihat akun dosen cantiknya. Dan baru saja mengunggah photo di sebuah kafe.

"Kenapa kamu begitu cantik, dan kenpa begitu susah sekali untuk membuat mu melihat ku," ucap Bastian 

"Woy bang, ngelamun aja Lo bang, lihat apaan sih bng," sambil baring di samping abangnya.

"Gak lihat apa ko, kepo aja hidup Lo dek,"

Adit yang kesel dengan jawaban abangnya langsung melemparkan bantal ke muka Bastian ta*k Lo bang," Adit pun berlalu pergi dari kamar Bastian.

Bastian pun hanya tertawa karena senang bisa menjaili adiknya. Haaa,,, Bastian melihat langit kamarnya dan tanpa sadar Bastian pun tertidur.

Wulan menghela nafasnya, dia melirik jam tangannya sudah jam setengah tiga dan jadwal mengajar Wulan pun sudah selesai. 

Bu Wulan!" Dian, salah satu dosen seniornya dan sudah berumur. 

Ada apa ya Bu Dian! Memanggil saya?"

Saya mau minta tolong, bisa gak jadwal ibu sama saya di tukar dalam seminggu ini, karena saya ada keperluan di jam siangnya," 

Boleh ko Bu," 

Oke terimakasih ya Bu," Bu Dian pun berlalu pergi meninggalkan Wulan. Wulan pun melanjutkan perjalanan nya menuju ke parkiran mobil nya. dia pun melanjutkan mobilnya menuju sebuah kafe.
Sesampainya di kafe Wulan langsung mencari tempat duduk.

Mau pesan apa Bu, kata pelayan itu dengan sopan 

"Cake redvelvet dan minumnya coffe latte"

"Baik bu, tunggu sebentar," pelayan pun pergi. Wulan pun melihat ke arah keluar kaca, ya Wulan memilih duduk di samping kaca.
Banyak orang yang berlalu Lang dan tanpa sadar Wulan mengingat kejadian 5 tahun yang lalu.....
Saat di masih bersama dengan suami dan mengetahui kebusukan suami dan sahabatnya.

5 tahun yang lalu

Mas kamu mau kemana malam malam gini, tanya Wulan saat melihat suaminya bara ingin pergi.

Bara Saputra Pandoyo adalah suami wulan, yang baru menikah 6 bulan yang lalu, bara suami yang baik dan sangat menyayangi Wulan. 

Mas mau ke rumah teman, ada urusan sebentar sayang," ucap bara 

"Oh ya udah, mas hati-hati ya, pulangnya jangan malam-malam"
Bara pun pergi dan menaiki mobilnya, hingga terdengar suara mobil yang pergi menjauh.

Wulan pun bergegas untuk kembali ketempat tidurnya dan menonton TV. Hingga tidak terasa jam sudah menunjukkan jam 12:00 malam suaminya belum juga pulang. Wulan pun menelpon suaminya berkali kali, namun tidak juga di angkat oleh bara. 
Kejadian ini terus terjadi selama dua bulan dan sikap mas bara mulai berubah, dia suka pulang malam dan kadang dia tidak pulang. Wulan pun menelpon sahabatnya yang satu kantor dengan suaminya.

Hallo ayu,

Iya Wulan, ada apa wulan" 

"Ayu aku ingin tanya apa mas bara di kantornya ada pekerja yang membuatnya harus lembur,"

Ehmzz, iii ya Wulan, di kantor sedang banyak kerjaan," jawab ayu dengan gugup 

Oh oke lah ayu, makasih ya info nya," Wulan pun curiga dengan jawaban ayu, dan dengan cepat Wulan pun mengambil kunci mobilnya dan langsung menuju ke kantor suaminya.

Saat sampai di depan kantor suaminya ada satpam yang berjaga.

Pak!! Apakah masa bara ada didalam," tanya Wulan 

Pak bara sudah pulang dari 4 jam yang lalu Bu," jawab satpam 

Haa, pulangnya sama siapa pak," 

Pulangnya sama nona ayu Bu," 

Wulan pun terdiam saat dia tau kalau ayu telah berbohong dengannya ternyata tidak ada lembur di kantor.

Terimakasih pak," 

Sama Bu," 

Apa yang kalian lakukan di belakang ku mas," monolog Wulan.
Dengan segerah Wulan pun menuju ke apartemen ayu, sampai di apartemen ayu Wulan langsung menuju ke lantai tempat ayu tinggal, sampai di lantai Wulan langsung memasukan pinnya,
Pintu pun terbuka dan alangkah terkejutnya Wulan melihat sepatu suaminya ada di sini dan yang paling membuat Wulan terkejut lagi baju suami dan sahabatnya berserakan di lantai, Wulan pun hanya mampu menahan air matanya, samar samar wulan mendengar suara percakapan antara suami dan sahabatnya.

Mas, kapan kamu mau menceraikan Wulan, aku gak mau kita diam diam gini terus ini sudah hampir satu tahun saat kamu menikahi wulan," ucap ayu sambil memeluk bara

Sabar sayang kita kan belum puas untuk menikmati harta keluarganya Wulan, dan aku ingin menguras semua hartanya sampai mengambil apartemen ini menjadi milik kita," kata bara

Wulan yang mendengarkan ucapan suaminya membuat dia kesal dan membenci suaminya.

Jadi kamu menikahi ku hanya karna harta mas, dan kalian telah lama selingkuh di belakangku," ucap Wulan 

Membuat bara dan ayu tersentak kaget,"Wulan," ucap bara dan ayu 

Kamu baj*Ngan mas,aku mencintai mu dengan tulus tapi ini balasan mu, dan kamu ayu aku kira kamu tulus bersahabat dengan ku, tapi apa kamu malah menusuk aku dari belakang, kalian berdua jahat dan kalian sangat menjijikan. 

Wulan aku bisa menjelaskan semua nya, ini tidak seperti yang kamu pikirkan," belah bara

Aku tidak butuh penjelasan mu, semua sudah jelas," Wulan pun pergi dari apartemen nya 

Wulan terus melaju kan mobilnya dengan kecepatan tinggi, saat di tikungan tanpa sadar sebuah terus melaju dengan kencang.

Braaakkkkk!!!!
Wulan membanting stir dan menabrak pembantas jalan.

Wulan pun tersentak kaget saat pelayan datang mengantarkan pesannya.

"Silahkan di nikmati ibu,"

Terimakasih" pelayanan pun berlalu pergi. Wulan mulai menyantap makanan nya. 


Sedangkan di sebuah kamar Bastian masih terlelap tidur..

Bastian bangun," ucap sang mami 

Iya mi sebentar lagi," 

"Bangun tian, waktunya makan malam adik dan ayah mu sudah menunggu di bawah,"

Bastian pun terpaksa bangun dan langsung menuju kamar mandi.

Bastian nya mana mi, ucap Alan Saputra Wijaya, yah dia adalah ayah Bastian Saputra Wijaya dan Adit Saputra Wijaya. Suami dari Rina Ayudia Wijaya. Alan sosok ayah dan suami yang begitu menyayangi keluarga, Alan akan selalu meluangkan waktunya untuk keluarga nya dan dia sangat mencintai istri dan anak-anaknya.

Bastian pun turut dari lantai atas, langsung menuju kursi yang biasa dia dudukin, mereka pun makan dengan tenang tanpa ada yang berbicara karena ini sudah menjadi aturan di keluarga ini. Ayah ya pun selesai makan dan langsung menuju ke ruang tamu, di ikuti oleh istri dan anaknya.

" Son kapan kamu akan meneruskan perusahan papa" kata sang ayah 

Bastian belum siap pa," 

Kapan kamu akan siap son, ini sudah ke sekian kalinya papa bertanya padamu tapi jawaban mu tetap sama, saat ini kamu sudah selesai kuliah manajemen dan hukum apa lagi yang membuat kamu bimbang,"

Pa kasih Tian waktu pa, sampai ia siap untuk memimpin perusahaan kita," belah sang mami 

Haaa, menghembuskan  napas berat, baiklah papa kasih kamu waktu sampai kamu menyelesaikan kuliah kamu, siap tidak siap kamu harus siap untuk memimpin perusahaan kita," ucap sang ayah dengan tegas dan langsung pergi menuju kamar nya, dan diikuti oleh sang istri.

Adit yang tau jika abngnya lagi bingung dia pun memegang pundak abngnya" abng pasti bisa," semngat Adit dan tersenyum 

Bastian pun ikut tersenyum" terimakasih,"

Bastian dan Adit pun pergi menuju kamar mereka masing masing. Bastian pun memilih untuk memejamkan matanya karena besok dia harus menggoda dosen cantiknya 

"Selamat malam cantikku,"

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kepincut Dosen Si Janda Cantik"

Posting Komentar